02 Jul 2020
Kesehatan

DINKES BANTUL DISTRIBUSIKAN 4.400 BUKU RAPOR KESEHATAN SISWA

DINKES BANTUL DISTRIBUSIKAN 4.400 BUKU RAPOR KESEHATAN SISWA

Para siswa di tingkat SD di Kabupaten Bantul bakal punya dua rapor. Selian rapor akdemik, peserta didik memperoleh rapor khusus pemantauan kesehatan. Pada Rabu (27/9) sebanyak 4.400 eksemplar buku rapor kesehatan dibagikan ke sejumlah sekolah. Sekolah yang mendapatkan Buku Rapor adalah SD Sayegan Pundong, SD Tamanan banguntapan, SD Padukan II Kasihan dan SD Bantul I.

Ada dua jenis buku, yakni buku catatan kesehatan dan informasi kesehatan. Masing-masing buku mempunyai fungsi yang berbeda. Buku rapor catatan kesehatan, terdapat beberapa penilaian, dari riwayat kesehatan anak hingga riwayat kesehatan keluarga. Baik penyakit menular maupun tidak menular.

Berbeda dengan buku rapor catatan kesehatan, buku informasi kesehatan berisi tentang penjelasan berbagai resiko kesehatan yang bisa dialami anak-anak hingga remaja. Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Kesmas Dinkes) Bambang Agus Subekti menjelaskan, buku catatan kesehatan dipakai untuk memantau status kesehatan siswa.

“Layaknya buku KIA untuk ibu hamil dan anak. Buku ini merupakan sarana konseling dan edukasi,” paparnya Rabu (27/9).

Sri Sudewi, SST, MPH Kepala Seksi Promosi dan Kesehatan Masyarakat mengungkapkan, buku tersebut diidstribusikan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) untuk diuji coba. Karena itu jumlahnya terbatas. Hanya ada beberapa sekolah yang mendapat jatah buku tersebut. Khususnya sekolah yang memiliki UKS aktif.


Kirim Komentar